Sunday, July 29, 2018

“ tentang rasa yang terlambat”

.
.
                       Hari itu serasa embun mulai memberingas masuk ke sudut jendela membuatku sadar hari ini masih buta, terlalu pagi untuk ku sentuh lamunan tentang tempat ini, tempat yang sudah lama ku tingggalkan, tempat yang ku rasa masih berbekas sebekas ucap dan kenang yang selalu jadi modernisasi ucapan anak remaja. (kring..kring telepon bergetar) beriringan dengan nadanya membuat kacau lamunan, eh ternyata orang yang ku tunggu menelpon juga.

“ hy kei.. gimana? Udah di rumah?”
“iya dit aku sudah memeluk boneka beruang, itu berarti aku sudah menginap di rumah, khawatir banget lu”
“ gak gitu kei, aku takut kamu jadi amnesia setelah lama di hongkong, nanti kamu nyasar, eh tapi gak papa sih kalau kamu nyasar kan lucu tuh bisa jadi hot topic “
“ woyy kamu kira ini permainan petak umpet, omnganm gak pernah berubah ayo ketemu aku sudah gak sabar menonjokmu, lama aku tak bersua sama orang yang sering nelpon satu menit buat tanya kamu sehat kei?, habis itu udah dimatiin, sumpeh ngeselin banget”
“hahhah.. aku tuh gak mau kalik gangguin kamu yang sedang asyik bersua di negeri orang jadi tanya kabar sudah cukup kei.., gini-gini kamu kangen kan”
“ iya kangen.. kangen nonjok, ayo dit aku udah siap, kamu kesini apa kita ketemu di tempat biasa”
“ katemu di tempat biasa aja kei”
~`

           ( setelah di kafe favorite) tempatnya sudah lumayan berubah tataan yang dulu hanya di hias bambu kini berubah kayu. sekarang terdapat air mancur di tengah-tengah kafe, benar-benar berbeda, dulu aku suka tempat ini karena dekat dengan pantai. Terkadang aku dan adit berteriak di tepian sambil melepas balon yang biasa di jual dekat kafe tersebut.

“hei, kei.. jangan heran ini sudah mengalami  5 kali perubahan sejak kamu pergi, mulai dari kursi yang mulai banyak, pintu depan yang ada gapuranya, terdapat di google map, lalu lampu yang menyorot ke arah kita dan air mancur tapi satu lagi yang gak kalah menarik tuh pelayannya cantik-cantik”
“hahhah.. ku kira kita berjauhan membuatmu tambah dewasa ya, eh kelakuan jorok matamu tetap berlaku ya” (sambil mencubit lengannya)
“ kei sakit tau, iya kei aku akan tetap sama tetap teman yang selalu ada buat kamu hahah”
“kagak usah ceriwis menggodaku aku bukan pelayan yang di sana”
“ hahaha iya lupa kamu keira si ratu jomblo hahaha..”
“ adit..” ( mulai mengejarnya dari ujung pantai sampai ke ujung lainnya lalu aku mulai bergandengan tangan dengan adit seolah hal itu sudah lumrah di lakukan dan duduk di salah satu meja yang menghadap ke pantai )
“ kei..”
“ iya, dit”
“gimana kesanmu saat di hongkong, apa kamu akan balik lagi ke sana”
“ o, iya aku lupa cerita sama kamu, aku melakukan perpindahan kerja kesini, aku memiliki kantor pribadi, cabang dari hongkong daerahnya di tengah kota kok, jadi kita gak akan repot berjauhan dit, beruntunglah aku proposal pengajuan untuk membuat cabang disini di setujui perusahaan sana"
“ makasih kei, karena aku akan membutuhkanmu lebih banyak lagi”
“ pasti ngerepotin”
“ hahha... iya seperti inilah kei keadaannya, aku butuh kamu yang tahu mauku tanpa aku harus mengutarakannya”( selama 2 jam lebih kita saling melemparkan pertanyan, cerita pengalaman, saling senyum, saling membalas cubitan.  sampai lupa bahwa waktu menunjukkan jam 11 malam)
“ sudah larut malam kita harus pulang esok kau harus ke rumah atau aku yang kerumahmu”
“ aturlah besok”
“ ada yang salahkah?”
“ tidak kei, tidak sama sekali, aku hanya berfikiran takut saja aku masih belum bisa mengatur waktu”
“ okey aku tahu jawabannya”
“ ah..  jangan risau kei, aku mengusahakannya”
“tenang aja, aku percaya kok”
Akhirnya aku mulai pulang dengan rasa senang, seperti biasa seperjalanan pulang aku masih mengobrol dengan leluconan yang tak pernah penting untuk dibicarakan sesekali saling menatap bintang serasa saja malam itu tak ingin berakhir begitu saja.
~~
.

Esoknya aku mulai menata ruangan baru untuk praktek desainku, ruangannya termodifikasi seperti layar luar angkasa, warna hitam mencolok menjadi kesan alam seketika. Aku menyukainya karena langit adalah tempat keluhnya para gemintang, bulan, matahari sampai pada planet lainnya. Aku ingin ruangan ini juga menjadi tempat keluh kesahku semisal tugas dan rutinas lelah mulai mengembun di kepalaku, aku memang orang yang membutuhkan tempat seperti ini sesekali mengadu pada langit yang tetap mengedipkan cahayanya tanpa ku minta. Di sebelah kanan meja komputerku terdapat alat musik piano dan gitar yang menggoda untuk kumainkan. Lalu di setiap temboknya kuhiasi dengan papan yang biasa kupakai sebagai target, lalu raknya ku pilih rak gantung untuk beberapa bukuku. Ah.. akhirnya dekorasinya telah selesai dengan suara burung hantu menyerngat di telingaku mengartikan malam telah tiba, tataannya mulai sesuai selera lalu lelah membuatku untuk pulang. Aku mulai berpamitan pada rekan kerja yang lainnya. Hari ini memang hanya sebatas perkenalan dan penataan ruangan, aku bukan orang yang suka mengatur semua sesuai seleraku aku memberi kepercayaan pada setiap staff untuk mulai mendekornya sesuai keinginan mereka. Setelah berpamitan aku mulai menyalakan motorku, ah tiba-tiba saja aku kesal menyalakannya yang tak bisa berdengung itu artinya aku membutuhkan orang lain untuk membantuku memperbaikinya. Aku muali kembali ke kantor tapi ternyata kebanyakan dari mereka telah pilang hanya tertinggal ibuk-ibuk OB yang mengepel ruangan dan lima perempuan yang sedang menunggu taksi mereka telah memberi pernyataan bahwa mereka tidak bisa membantu dan tak ada satupun temannya yang bisa dihubungi sedang satu orang hp.nya mati. Okay akhirnya aku mulai menegcheck hp.ku dan aku hanya menemukan nomer adit yang dari indonesia. Adit mulai mengangkatnya.

“ hallo adit, aku minta tolong donk”
“ kenapa kei?”
“ aku lagi di tempat kerjaku yang baru, sekarang aku mau pulang tapi mobilku tiba-tiba mogok”
“ gimana ya kei, kayaknya aku gak bisa kesana, aku telfon tukang bengkel aja ya?”
“ iya dit gak papa”
“ok, tungguin ya bentar”
“ iya dit”

Aku telah menunggu sembari duduk menikmati pohon besar di depan kantor yang kian melambai menunjukkan bahwa angin mulai mengusap tubuhnya, aku juga merasakan lembutnya angin sehingga aku menyimpulkannya dingin. Sudah 15 menit aku menunggunya entah awan telah berubah bentuk berapa kalinya sembari melihatku merenung. 

   Tiba-tiba ada motor yang mengagetkanku lewat begitu saja di tempatku, aku tak mempermasalahkannya namun ada yang berbeda motornya sepertinya ku kenal, helmnya sepertinya tak asing, baju berkerah warna biru berlapis putih di bagian pergelangannya lalu celana cingkrang warna hitam membuatku terlalu mengenalnya, ku ikuti laju motornya ternyata disana ada perempuan sedang menunggunya, perempuan itu memakai dress abu-abu sepanjang lutut, rambutnya di urai ada jepitan pelangi di sebelah kanan rambutnya, wajahnya tidak terlalu terlihat. Keduanya saling bertatap lama lalu menghilang, dan bersamaan dengan perginya mereka bapak tua menghampiriku ternyata beliau tukang bengkel suruhan adit. Aku terus melamunkan hasil potretanku barusan kedua orang itu benarkah aku mengenal keduanya, aku mulai bertanya-tanya siapakah mereka yang membuatku tak ada hentinya memikirkannya. Selang 15 menit bapak bengkel telah selesai, akupun mulai beranjak pulang di tengah perjalanan aku masih memikirkannya, jika iya orang tadi adalah dia, mengapa sebegitu teganya, ada hubungan apa mereka, kenapa aku begitu mengkhawatirkannya. Sampai pada akhirnya aku mulai sadar bahwa pagar rumah telah di depan mata. Aku beranjak untuk membuka pintu namun di ruang tamu ada seseorang lelaki memakai pakain persis seperti lelaki tadi yang aku temui, aku tak pernah mengerti mengapa candaan kali ini bersifat mengelabuiku.

“ adit.. sudah lama” sapaku
“ tidak aku baru sampai, gimana keadaanmu?”
“baik..”
“kantormu di sana?”
“ iya kenapa?”
“ tak apa, aku bisa mampir kapan-kapan ya”
“ ok. Ku tunggu. Sudah terlalu malam sebaiknya kau pulang, aku baik-baik saja dit”
“ok, kei aku pulang duluan, bundaaa aku pamit ya”
Bunda keluar dari ruang baca lalu tersenyum sambil mengangguk, setelah adit berlalu bunda menghampiriku.
“ ada apa kei? Adakah sesuatu yang sedang kau fikirkan”
“ tidak bunda, kenapa bunda sangat perhatian padaku. Aku baik-baik saja, sudahlah aku harus istirahat, lelah sekali rasanya ketika berada di kantor dan tekena mogok”
“ bunda ini bukan anak kecil yang bisa kau kelabui, katakanlah.. kau tak biasanya seperti ini, dingin pada adit, appa benar kau senang melihat percakapan singkat tadi.”
“ aku tak ingin membahasnya bunda, aku ingin merebahkan tubuhku untuk melupakan hari ini”
~~
.
Hari itu telah berlalalu, suasana hatiku sudah mulai membaik mungkin kemarin salah orang saja dan meskipun benar adit hanyalah sahabatku, sekarang saatnya hirup udara baru meneriaki embun yang masih terpancar di depan kantorku. Tapi tidak ku sangka nyatanya aku bertemu kejadian yang sama aku melihat lelaki itu lagi saat aku keluar dari mobil, mata lelaki itu melihatku lalu menemuiku, aku tetap meneguhkan dirik jika itu bukanlah adit.
“kei..
“aku harus masuk kantor dulu.”
“tunggu kei( sambil menarik tanganku yang membuatku enggan menolaknya)”
“ kei aku ingin memperkenalkan dia kepadamu, sebenarnya malam ini aku ingin memperkenalkannya tapi kamu sudah melihtnya sebelumnya, dia kekasihku yang selama ini mengisi hariku, kita akan merencanakan menikah 2 bulan lagi. Kamu harus menjadi peran utama agar pernikahan ini sukses”
“ oh ya bagus dong kalau gitu, hy aku keira, salam kenal ya”
“ hy kei, aku rani dulu aku adik kelasmu, mungkin kau tak mengingatnya, salam kenal juga aku bahagia ternyata aku bisa berkenalan juga dengan sahabatnya adit”
“ oh iya aku juga, maaf ya aku bukannya tidak ingin melanjutkan obrolan kita, tapi aku ada urusan mendesak di kantor, nanti kita bisa ke cafee bareng ya”
“ iya kei gak papa, semoga kerjaanmu terselesa dengan baik”
“okay makasih”
Percakapan tersebut memang telah terselesaikan dengan senyuman namun intisarinya sangat menguat ada perasaan kecewa yang datang bersebrangan mencuil nadiku, aku memikirkannya sampai rehatpun tak bisa. Dulu aku adalah orang pertama yang kau antar ke sekolah setelah pacarmu, kau juga rela mutusin pacarmu demi aku tapi kini waktu telah berubah pacarmu adalah prioritasmu, aku sadar terlalu sadar bagaimana sakit itu mulai menyuruhku membeku aku melihat sahabatku mendekat dan tertawa lepas bersama orang lain. Mungkin aku posesif tapi apa dayaku inilah aku yang merasa pacaranmu telah merusak pershabatan kita. Aku tidak pernah menyangka jika seorang yang aku percaya mulai membuatku menangis untuk pertama kalinya. Gelisahku perkara apa aku pun tak mengerti.
~
“ kei.. kamu kenapa murung begitu, air matamu sampai lupa hadirnya bunda di sini”
“ bunda”( aku memeluk bunda untuk melampiaskan arti kesalku, aku bingung memulainya)
“ bunda disini kei.. bunda kira kamu sedang sibuk ternyata kau sedang merasa sakit seperti ini, tenangkan kamu lalu kau bercerita jika kau mau, jika tidak tak apa bunda akan disini, hari ini bunda malas menunggumu di rumah ingin sekali kesini, mungkin tuhan menyuruh bunda untuk menghiburmu kali ini”
“ iya bunda, maafkan kei untuk saat ini kei belum bisa mengatakannya. Bolehkah aku meminjam pundakmu bunda”
“boleh, kei”
Seharian ini aku hanya menangis bersama bunda, pergi ke luar untuk menghibur diri padahal semua itu tak menghiburku, pada akhirnya aku pulang ke rumah untuk istirahat, di sampingku bunda siap memelukku seperti selimut yang siap menghangatkan kala dingin.
~
.
Pagi ini aku terbangun sangat lelah kupikir bahwa aku akan lupa akan kejadian itu namun tak mengapa semua itu tertata rapi meskipun aku telah memejamkan mata.
“kei, kamu udah bangun , sepertinya hari ini kamu harus dandan cantik karena kamu di undang sama adit buat ke pergi melamar pacarnya itu yang kerja di sebelah kantormu, kam tau kan. Nih undangannya” tersentak aku dengan ucapan bunda, tanpa ku sadari airmataku telah lunglai terlebih dahulu berbicarapun aku kaku, sehingga bunda mengerti apa yang terjadi aku kesal tak bisa menahan diri di hadapan bunda.
“  jadi ini yang membuatmu seperti ini kei, seharusnya jika kamu menganggapnya dia sahabat kau akan bahagia namun jika seperti ini kau harus jujur dengan perasaanmu bahwa itu lebih dari sekedar sahabat. Hari ini kamu sudah tahu akibat akan egomu yang selalu berpura-pura biasa saja padahal kau benar-benar jatuh cinta, jadi jadikan ini pelajaran berhargamu bahwa tak ada salahnya mengakui perasaanmu sendiri karena waktu tak selalu berpihak padamu nak” (sambil memelukku erat) aku tak bisa berkata apapun hanya menangis saja. 
pertanyaanku adalah benarkah aku jatuh cinta pada sahabatku?, bukankah aku hanya menganggapnya sahabat?, namun kenapa aku merasa sakit sekali saat mendengarnya bersama orang lain. Bunda benar ini adalah pelajaran beharga bagiku bahwa aku harus mengakui perasaanku tidak hanya berbelit pada lingkaran yang tak pasti, adit pernah menyatakan perasaanya lewat symbol yang sebenarnya aku mengerti namun aku selalu pura-pura tak paham. Aku yang selalu menekankan pada adit bahwa kita sahabat, tapi nyatanya aku telah telat mengakui perasaanku, aku telat mengalahkan egoku sendiri setelah orang yang kucintai bersama orang lain.

Tuesday, July 24, 2018

" jangan bercanda, aku sudah tak tega tertawa"

Dear pagi...
Sesederhana inikah tawa
Melihat  geak gerik tangannya
Melihat sederhananya
Dari dekat
Sedekat itu
Bagaimana ini
Oh pagi engkau memang berbeda kali ini
Mengajakku berhalusinasi
Ingatkan aku pagi
 ini hanya bercanda
DAN
Pagi ini membuatku tak ingin beranjak sore hari.

Thursday, July 19, 2018

MENIKAH MUDA, YAKIN??



Ruang kaca membisikkan rintik hujan yang datang mulai perlahan membuatku terperangkap di ruang dimensi kopi, ya apalagi jika bukan cafee kopi yang sedang di lumpuri pengunjung untuk menghilangkan penat atau sekedar bertemu dengan seseorang. Ada yang menggangguku menikmati hujan, bisikan dari meja sebelah yang sedang berbincang tentang nikah muda. Mereka saling menikmati opini masing-masing tentang bagaimana nikah muda memiliki hal positif pada diri mereka masing-masing ada yang berkata seandainya kita nikah muda nanti pasti jarak umur kita dengan anak kita tidak jauh, kita bisa bermain dengan mereka dan mereka tidak malu untuk curhat dengan kita. Itu adalah salah satu opini yang aku tangkap, entah mengapa aku memiliki opini yang berbeda tentang nikah muda. Menikah adalah salah satu cara agar kita terhindar dari fitnah tapi untuk jenjang kesana bukanlah hal mudah mungkin merek yang berfikiran nikah muda itu nyaman tak akan sesuai kenyataan, checklist kembali apa yang ingin kamu capai, sudahkah kamu memberikan apa yang orang tuamu mau, ingatlah bahwa setelah menikah kau akan jarang memikirkan ayah dan ibumu juga adikmu, kamu akan lebih memilih untuk mimikirkan keluarga kecilmu, kamu akan memikirkan bagaimana ekonomimu kedepannya, keluargamu kedepannya akang gimana. Sulit sekali kau akan bertanya pada ibumu apa yang sedang di inginkan ibumu, ketika ibumu sakit kamu akan bilang ya sebentar lagi aku akan kesana, berbeda jika suamimu bilang jika sedang sakit, kau akan sesegera mungkin untuk sampai kerumah dan merawat suami. Pertanyaannya sudah siapkah kamu dalam meninggalkan ibumu, sudah selsaikah urusanmu dalam mewujudkan mimpi ibumu?, jika belum kenapa harus berburu-buru dalam menikah.


.





Memikirkan menikah yang mana untuk melansungkan ibadah sesuai perintah allah itu memang baik, tapi apakah kita sudah benar-benar mempersiapkannya, menjaga anak tidak seenak yang kamu fikirkan sudahkah pantas kamu menjadi ibu yang tahu bagaimana mendidik anak agar sesuai dengan kriteriamu. Sudah siapkah kamu bersama satu atap dengan kepala yang berbeda, opini yang berbeda. Ingatlah sebelum menikah akan berubah ketika setelah menikah. Jangan menilai pernikahan sama seperti drakor yang romantisnya minta ampun, padahal semua itu hanya settingan, kenyataan yang sebenarnya kamu akan sering berdebat jika kamu masih memiliki pemikiran yang kekanak-kanakan. sudah dewasakah kamu. pemikiran juga mempengaruhi pernikahanmu.


.

ada yang bilang menikahlah urusan gelar akan disanding setelah menikah, kamu akan foto wisuda bersama anakmu kelak dan suamimu. pernah kamu berfikir bahwa menyelesaikan skripsi dengan masih mengurusi anak atau melayani suamimu mudah?.. suami akan minta pijit tiap malam, kau akan bangun pagi untuk menyiapkan makanan, kau akan bersihkan rumah saat suami pergi lalu kapan kau punya waktu memikirkan skripsimu. sangat sedikit sekali ada lelaki yang membantu istrinya mengerjakan skripsinya, karena dia akan lelah seharian bekerja ubtuk menemani istrinya atau memberi masukan tentang skripsi itu akan membuat beban pikirannya.

.

menikahlah jika kamu siap bukan karena buru-buru akan giurnya nikah muda.

siapkan mental dan kedewasaanmu bukan nafsumu yang hanya ingin mempercepat ibadahmu tapi kau tak mempersiapkan apa-apa.. melayani anak orang tidak semudah yang kamu bayangkan.

begitulah opiniku tentang nikah muda, bukannya tak mau tapi ada yang masih terfikirkan sebelum menikah yaitu membahagiakan keluarga , ada impian keluarga yang belum terkabul dan impianku untuk oran tuaku nanti.

menurut bagaimana?

kalian bisa comment biar kita bisa sharing

Monday, July 16, 2018

DI Balik Kota Polutan Kedua


Surabaya adalah kota kedua terbesar di indonesia setelah jakarta. Berbicara soal surabaya pasti semua orang akan merasa cemas jika berada di dalam kota ini, bingung akan sebuah macet yang berkepanjangan atau soal polusi tebal menutupi spion sehingga panas yang mencekam selalu membuat orang enggan untuk keluar rumah
Siapa sangka bahwa di balik presepsi orang yang begitu benar tentang fakta surabaya terdapat sisi lain yang akan memanjakan mata kita bahwa surabaya tak hanya tentang macet dan polusi. Jika tidak percaya kunjungilah Surabaya NorthQuay. Surabaya NorthQuay terdapat 3 lantai. Di lantai dasar anda dapat melihat ruang tugu yang terdapat berbagai macam orang disana yang dari berbagai provensi atau malah dari berbagai negara. Karena pelabuhan international ini memliki kapasitas rung tunggu yang memadai.
         Lihat di luar kaca kita akan mengerti bahwa laut adalah simbol kebebasan. Di atas laut yang damai terdampar beberpa kapal yang mewah, kapal mewah tersebut memiliki cafee sendiri, kamar tidur, juga kapasitas penumpang yang sangat besar. Kapal dan air adalah kesejukan mata yang tak bisa terlukis indah oleh kata-kata, setiap hembusan angin yang menusup pada pori-pori kuli kita dapat menghimbau bahwa sejuk dan ketenangan adalah konsep suasana disana.
Jika kalian merasa pelabuhan adalah tentang kapal dan air kalian salah besar di lantai 2 Surabaya NorthQuay disulap untuk venue ajang pesta belanja. Beberapa penjual yang selama ini memeriahkan Basha Market dan Pop Market juga diundang untuk menggelar lapak-lapak mereka di lantai dua Terminal Gapura Surya. Kebanyang kan bagaimana indahnya berbelanja dengan pemandangan hamparan laut dan kapal di sekeliling kalian. Jika kalian naik ke lantai 3 kalian akan di sambut degan live music dan aktraksi seni yang akan membuat kalian merasa di temani music yang khas yaitu bagaimana seseorang berbicara tentang pelabuhan. Tak hanya itu  saja di lantai 3 kita dapat melihat banyak kuliner khas surabaya yang akan memanjakan perut kita untuk tidak berhenti menelusuri di setiap jejeran kuliner yang ada. Jangan lupa untuk keluar dari kaca di lantai 3 disana kita dapat melihat kapal mewah dari ketinggian. Terdapat banyak basecamp foto. Namun jika anda tak menyukai foto anda bisa dengan tenang memandangi laut sambil duduk di sisi kaca karena dekorasi tempat duduk dan meja di sana sangat elegan, kalian akan merasa seperti di dubai saja.

Cukup penasaran atau tidak percaya lebih baik kalian lansung mengunjungi surabaya dan berkunjung di Surabaya NorthQuay

Thursday, July 12, 2018

pagi untuk yang pernah pagi

Pagiku akankah pagimu?
Selamat pagi embun
Apakah pagiku akan terselamatkan hari ini
Sedangkan malam selalui mengelabuiku
Pernahkah langit merasa bosan pada situasi ini
Pelangi saja sudah enggan bertatap
Beri aku jalan untuk mengintip
Bukan masa lalu yang akan berlalu
Tapi masa sekarang yang meributkan soal rasa
Jangan paksa melupa jika bayangan selalu datang
Jangan berharap sedang nyata telah berbalik sangka

Ah...
 ini terlalu pagi untuk berdialog tentang itu

Sunday, July 8, 2018

tragedi pagi buta


                      " ah.."
Kejadian ini seperti petir saja

mendadak senyum menjadi ketakutan

Ada yang berkata sabar

Ada yang bernuansa untuk ikhlas

Lalu tanggapan hati hanya diam

Ayo diammu apa

Kenapa diam

Lupakah

Atau itu kepura-puraan saja

Ah laptop semalam kau baik-baik saja kenapa sekarang sudah mengukir seni
Seni yang tak akan ada satu orangpun mau

Friday, July 6, 2018

ketika bowo berkisah

Siangku mulai penat jemariku mulai iseng membuka situs-situs yang sedang debut dibicarakan orang. Jelajah jemariku sampai kepada titik lemahku melihat rekaan tentang siapa itu BOWO?. Bowo adalah seorang anak yang masih belajar merangkak untuk menjadi remaja, umurnya masih 13 tahun tapi dia sudah mendapatkan banyak kejadian negatif, rasa-rasanya banyak orang yang berperilaku hewan namun mengaku manusia, seharusnya kita mensupport ide kreatif dari bowo, tidak usah kita menghujatnya lagian semua opini sudah dibenarkan olehnya saat di undang transtv. Dia hanya anak lugu yang mengetahui aplikasi menarik lalu mencobanya dan dia tidak tau bahwa dia akan seviral itu. Ibunya pun merasa terganggu saat para fansnya yang berani menghujat anaknya, manusia itu memang seperti itu jika sudah di atas dia akan merasakan angin yang sangat kencang. Jadi, hal ini akan berlalu seperti kopi yang pahit yang akan habis juga oleh penikmatnya kecuali yang tak menikmatinya so nikmati ajalah ya bowo. Untuk hal yang namanya meet and greet juga sudah diklarifikasi bahwa bukan dia yang mempunyai ide untuk membuat meet and greet dan uangnyapun bukan masuk kantong bowo, lalu apa salah bowo yang dibicarakan banyak orang dan meminta uangnya kembali. Cobalah kalian berfikir dua kali yang ingin ketemu bowo itu kalian ya kalau tidak sesuai expetasi kalian ya itu salahnya kalian. Berfikirlah bagaimana jika kalian di posisi bowo, dia tidak tahu menahu tentang dia yang dituhankan oleh fansnya tapi yang mendapat hujatan malah dia. Semoga ini dijadikan inspirasi hidup kita semua bahwa kita masih memiliki sifat kemanusian yang memanusiakan manusia berkomentarlah layaknya manusia bukan berlagak hewan tapi mengaku manusia. 

Thursday, July 5, 2018

masih mem pagikannya

Sembari Menunggu Pagi

Setungguk kopi dan rajutan manis para penunggu pagi membelai lembut suasana di perbatasan jalan. Sesaat aku mulai memikirkan sesuatu, Kadang aku bingung dengan ceritaku sendiri tentang rindu yang tak pernah kelar lalu soal dia yang ujung rambutnya saja tak bisa terlepas pada memoryku. Sesaat aku harus lupa benar-benar lupa tapi itu hanya sebuah cara agar rindupun ada batasnya. Namun, sebanyak cara aku lupakan sebanyak itu pula aku merindukan. Kadang, membiarkannya akan membuat luka lalu melupakannya akan menambah luka. Entahlah, apa hebatnya dia sehingga aku harus seperti ini atau aku yang diam diam menjadi manusia bodoh tetap merasa meskipun telah terlepas. Ada keyakinan di balik itu semua mengapa aku masih seperti ini, ya.. aku yakin bahwa sakit karena rindu ini bukan aku saja namun juga dia. Situsi ini bukan sekedar melelahkanku namun juga dia yang tak ada habisnya berusaha meyakinkanku bahwa pisah buka berarti pisah. Padahal aku tahu dia juga sama sepertiku berusaha berkali-kali melupakan kejadian yang tertumpuk lalu, dinamakan sebuah kenangan. Biar saja semua seperti kopi akan di minum meski pahit sebab sudah terbiasa begitu juga dengan rindu jika sudah terbiasa merindu semua akan baik-baik saja, biarlah biar dirasakan bagaimana rindu menyampaikan dengan cara merindu bahwa ada makna yang tak setiap orang dapaat menerimanya. Sudahlah ini terlalu petang untuk membahas tentang dia yang masih terbungkus rapi di sudut rindu yang aku seggani. Untuk sebuah akhir atau sebuah keputusan itu bukan urusanku, urusanku hanya menjalankan skenario mungkin saja skenarionya tentang rindu ya biarkan tuhan yang tahu ending dari sebuah rindu untuk dia.

kesan kantorku

    ruang

Ruang persegi ..

Tetap beruang meski sunyi

Tetap beraroma meski tanpa parfume

Tetap nyaman meski melelahkan

Tetap ramai meski tak berisik

Karena semua itu menulusuk pada sudutnya

Ya sudut yang diam-diam menjadi pusat mataku

Biarkan aku yang tahu

Biarkan kamu menjadi rahasiaLalu aku hanya penikmatnya

“SEUTAS PESAN UNTUK PENGHIRUP UDARA”

-selamat atas perkenalannya lalu dengarkanlah pesanku untukmu Sang penghirup udara-             “Mas daniel, apakah kutipan ini asl...