melihat ke langit
mempertanyakan soal biru
lalu tentang kibarannya yang enggan hilang
merahnya merona
putihnya singgah di pelipis mata
aku memejamkan mata
betapa nyamannya hari ini makan minum di negeri sendiri
betapa berjuangnya dahulu makan minum sembunyi
betapa penatnya dahulu tak memiliki negeri
namun betapa mudahnya dahulu
memperjuangkan negeri sendiri dari bangsa lain
memperjuangkan negeri sendiri dari bangsa lain
betapa sulitnya hari ini
memperjuangkan negeri dari negeri sendiri
memperjuangkan negeri dari negeri sendiri
terasa kelu mengumandangkan lagu ini
merdeka hanya kata mereka yang duduk di panggung sandiwara
merdeka hanya untuk mereka yang berkolaborasi dengan dusta
negeriku belum merdeka
negeriku masih sakit
sakit di serang oleh rakyat sendiri
masih banyak yang menderita
masih banyak yang meronta
mereka yang duduk dengan tahta
pulang dengan tentram
ingat soal rakyat saat pemilu saja
lupa pada rakyat saat kenyang tanpa minta
ini nyata bukan drama yang kau skenariokan di ajang kampanye
ini nyata bahwa kami masih sengsara
dari rintihan rakyat jelata

